kamu tau titik nol?
aku berada di sana sekarang
memandangmu enggan
meninggalkanmu juga enggan
mengembalikan semua memori itu
yang baik dan buruknya pun impas
kamu terdiam, tak tersenyum atau marah
kamu datar
Bahkan aku merasakan hatimu mati
mengikis hatiku pula
sedikit demi sedikit aku terbawa
dan sulit kembali
satu aku
tak apa bila kamu kehilanganku
aku tahu kamu punya beberapa
dan akan berburu lagi
Tak apa kan bila aku egois sedikit
Awalnya aku ingin dengan perlahan pergi
Namun aku sendiri tak tahan
kamu tak ada
kamu tak benar-benar menghadirkan diri
Ini bukan yang kucari
kesalahan
tak mungkin
aku tak menyayangkanmu
hanya menyayangkan diriku
begitu gelap menatap orang lain
dan hari lain
aku memang tersayat
tapi setidaknya tidak akan tersayat lagi oleh pisau yang sama
mendatangi sumber sakit ternyata lebih menyakitkan
bahkan ketika lukanya belum sembuh
ini hanya permainan kata-kata
namun terasa menusuk ke dalam dada
dan esok aku melihatmu tertawa lepas melewati hari-harimu yang melelahkan
aku berbisik di samping telingamu
aku tersenyum di balik matamu
sama sekali bukan hal yang penting
karena aku hanya koleksi
kau tak membela diri
kau pun tak menghadang atau melarangku pergi
kamu masih sama seperti yang dulu
aku paham kamu tak kan berubah sampai kapanpun
dan siapapun tak mampu melakukannya
baiknya memang begini
saling melepaskan
saling berpaling
dan pergi
namun hanya ini yang kudapatkan
walau ada kata berpamitan
kamu sangat tak menghargai waktu itu
ingin segera pergi kan?
dan dalam hati kamu akan mencari orang yang mirip?
lakukan apapun yang kau mau
aku hanya ingin tenang dengan diriku sendiri
aku tau melepaskan akan menghancurkan diriku berkeping-keping
dan kamu tak kan peduli dengan itu bukan?
tapi kali ini aku tak dapat meneteskan air mata
bahkan aku tersenyum atas keberanianku untuk kesekian kalinya mengatakan ini
hal yang sama bertahun-tahun
semoga kamu juga mengikhlaskannya
supaya aku bisa tenang sepenuhnya
tidak tertarik ke medan yang kamu buat sebelumnya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar