Jumat, 17 Mei 2024

Tentang Hari Ini

Hari ini begitu berarti bagi seseorang karena banyak hal terjadi padanya. Tawa, tangis, hingga renungan hari ini akan mengubah dirinya di hari berikutnya. Suatu yang ditemukan hari ini akan begitu berarti untuk hari berikutnya. Bila hari adalah tawa maka memori akan mencatatnya sebagai kebahagiaan karena masih diberi orang-orang yang bisa menemani tawa renyah tanpa memikirkan rumitnya dunia. Bila hari ini adalah tangis, maka memori akan mencatatnya sebagai pelajaran, namun pertanyaannya apakah diri telah mampu pada penyelesaian atau masih terhenti pada titik penyesalan. Namun bila hari ini penuh dengan renungan, maka kemungkinan diri telah mencapai titik tertingginya. Sadar dalam kemawasan diri yang di atas rata-rata orang pada umumnya.

Baik-buruk keadaan hanyalah pelabelan. Saat itu terasa pahit kadang kita sesalkan, namun saat terasa manis selalu kita banggakan. Bahkan ada hari dimana semua terasa biasa-biasa saja, namun tetap bersahaja. Lalu bagaimana definisi hari yang baik sesungguhnya dalam benak kita?

Aku kadang berpikir untuk tidak merasakan apapun, namun sangat tidak menarik bukan? Semua pemberian ini, termasuk perasaan dan pemikiran ini mau tidak mau harus diterima. Hanya saja diri kita berbeda-beda dalam merespon semua pemberian ini. Andaikata diberi peran sebagai milyader pun mungkin tak mampu mengelola puluhan bahkan ratusan perusahaan yang dijalankannya. Telah terbagi sesuai porsinya. Tak perlu ada penyesalan dan keinginan yang menjulang tinggi tiada tara, bahkan saat belum menemukan jalannya, usaha memang belum mampu menggapainya.

Memang, pasrah juga bukan kewajiban karena belum mengusahakan segalanya. Namun setiap orang memiliki prioritasnya. Ada yang telah merasa cukup dengan semua ini, ada yang terus berusaha menambah dan menambah hingga ia sampai pada tujuannya untuk menjadi lebih sejahtera. Ingin bukan menjadi seperti itu?

Iman begitu penting bagiku. Buat apa tidur dalam ketidakpulasan karena memikirkan dan selalu terpikir bagaimana memajukan dan mengguritakan perusahaan sampai ke penjuru dunia. Bagaimana saat tidur kita terpikir cara menaikkan profit dan lain sebagainya, tidur pun hanya menjadi detik-detik yang cepat dan mungkin kenikmatannya berkurang? Jujur, sebagai ibu rumah tangga saja, bila sebelum tidur belum melakukan satu tugas rumah tangga saja rasanya tak bisa tidur nyenyak, karena mungkin esok ingin bersantai atau tidak ingin bergelut dengan urusan itu maka pada hari itu, malam itu juga harus menyelesaikan semuanya. Lalu bagaimana dengan mereka yang berada pada barisan pemilik sepertiga kekayaan dunia? Apakah tidurnya, bahkan tiap detiknya harus berpikir keras? Tak perlu dipikirkan dan tak apa, mungkin  mereka senang dan bahagia atas kerja keras mereka. Aku pun bahagia atas hari-hariku yang hanya kuhabiskan dengan keluarga kecilku.

Kadang merasa seperti ini, dengan kemonotonan hari yang biasa-biasa saja namun ada banyak senyuman dan tawa adalah bahagia yang sesungguhnya bagiku. Pernah aku berpikir banyak tentang keinginan atau menggapai impian, namun tak bisa, karena ada banyak hal yang tak merestui, itupun akan membuat jalan yang diimpikan semakin terhalang banyak rintangan. Tiap hari menjadi tidak tenang. Lalu kubuang semua yang kuinginkan itu. Lega, walau tak ada perubahan signifikan dalam hidup ini, setidaknya imanku pada Allahku tak akan pernah berubah. Begitu tenang saat ada waktu untuk membaca Quran, walau hanya satu 'ain. 

Inilah kesederhanaan yang menuntun pada kebahagiaan ketenangan jiwa yang sesungguhnya bagiku. Bagaimana dengan kalian? Aku harap kalian hargai hari dan orang-orang yang mengisi hari-hari kalian dengan sepenuh hati. Menerima mereka sebagai karunia indah adalah syukur, syukur tandanya iman, bila beriman Allah akan janjikan tempat yang indah di akhirat nanti. Walau tak menutup kemungkinan segalanya yang diusahakan juga berbuah manis, aku kan tetap selalu tersenyum untukmu dan mengucapkan selamat atas semua pencapaianmu sebagai manusia.

#katakatahariini #renunganhariini #bersyukuritupenting #syukurihariini #menjadiorangyanglebihbaik

Kamis, 16 Mei 2024

Nyata itu tidak nyata

Entah sampai kapan. Setiap malam seperti dunia berubah. Gelombang yang membawa alam bawah sadar menari dengan melodi. Andai kita tak pernah berpikir untuk pergi mungkin tak kan menjadi berbeda. Sejauh mana kita bisa melarikan diri. Tak akan ada jalan untuk menghilangkan semua yang telah terjadi.

Aku selalu berharap dualisme rasa ini bisa musnah, sayangnya itu hanya akan datang di saat mentari menghangatkan, berbeda ketika malam mulai datang. Tak kan ada yang mampu memintaku untuk pergi, sehingga tetap di sini dengan kekosonganku yang sepi.

Sedari kapan aku menyadari bahwa semua ini hanyalah mimpi, dan tak ingin membuat apapun untuk merelakannya meninggalkan tempatnya. Walau keindahannya tak mampu dinyatakan, namun membayangkannya saja telah menyesatkan seluruh hati dan pikiran.

Andai terdengar pun tak akan mengubah apapun. Andai seseorang ingin mewujudkan sesuatu dalam hidupnya yang sempurnah pun, ia akan tetap terhalang oleh kesempurnaannya sendiri. Sebisa apa tangan ini meraihnya, tetap saja tak ada pintu terbuka untuk melepaskan diri. Hembusan nafas pun tak dapat terasa lagi. Hanya saja perasaan selalu ada bersama di tengah kesendirian yang pekat.

Sejadi-jadinya, semua tak akan menjadi seperti nyata. Hanya dapat merasakan kesemuan yang samar. Sejatinya pun hanyalah hampa yang dibalut senyuman. Bahkan bungkus yang indah tak dapat memastikan bahwa isinya sama indahnya.

Sebaiknya menutup mata dan melupakannya adalah cara terbaik, namun diri ini diciptakan oleh yang indah, dan akan selalu menginginkan keindahan. Namun manusia tak pernah puas, padahal di depan mata ada beribu keindahan, ia tetap menginginkan keindahan yang lain. 

Mengingatkan diri bahwa kita harus bisa membahagiakan diri dengan apapun yang ada ..

Rabu, 15 Mei 2024

Akhirnya Sepenuhnya Sadar

Setelah beberapa saat tersesat dan kehilangan kendali atas diri sendiri. Merasa nurani dan logika bertolak-belakang hingga merasa semua hal ini bukanlah yang sebenarnya ditakdirkan. Akhirnya mengerti bahwa semua kerumitan ini terjadi karena kelalaian.

Jauhnya hamba dari TuhanNya memang menimbulkan berbagai prasangka (buruk). Hati yang gelisah setiap saat. Kepala yang kosong hinggal lupa arah tujuan. Sama sekali tidak berpikir dan berperasaan sewajarnya manusia, membuktikan bahwa hamba ini begitu dinamis sebagai makhluk yang diciptakan Allah dengan sempurna (memiliki sisi baik dan buruk). Namun pada dasarnya, ingin selalu baik, namun setiap diri pasti memunyai kekurangan. Inilah kesempurnaan yang sesungguhnya.

Kadang saat kita hilang arah, nasihat akan selalu datang, "Bersujudlah", namun selalu terabaikan. Sejujurnya tak perlu perhatikan siapa penyampainya, hanya lakukan apa pun sarannya yang positif. Karena dengan satu tindakan saja mampu mengubah semua kegalauan dalam hati. Hanya dengan bersujud semua hal yang tidak bermanfaat bagi tubuh akan pergi dan menghilang.

Sungguh setelah menyandarkan diri pada Allah, semua prasangaka itu menghilang seketika. Lalu kenapa tidak begitu konsisten untuk selalu begitu, justru inilah saatnya kita sadar bahwa baik buruk semua itu dari Allah. Kita merasakan betapa nikmat ketenangan setelah kegelisahan tiada tara melanda. Apakah selalu harus begitu? Bagaimanapun juga iman juga fluktuatif, bergantung pada tingkat ketakwaan seseorang. Untuk kaum biasa seperti diri ini, istiqomah adalah hal yang tidak begitu mudah. Namun percaya bahwa semua hal kebaikan akan berdampak baik, walau bukan dunia yang akan membuat senyuman, hanya janji surga yang akan membuat kita terus bertahan dan semangat.

Ikhlas akan membawa kita pada puncak ketenangan, kesabaran adalah obat terbaik di saat susah, dan berdoa adalah sahabat sejati yang akan selalu memudahkan hari-hari yang sulit dan melelahkan.

Terima kasih rasa sesal, rasa gelisah, dan rasa sakit. Berkat kalian, aku kembali pada Allah ku.