kembali bangun dengan termenung
melihatmu kemarin hanyalah mimpi
bahkan hanya khayalan sebelum tidur
aku terus menari dalam kosong
tahu bahwa aku telah layu sepenuhnya
bukan berarti sedih dengan senyumanmu
selalu menganggap hanya aku yang pantas
padahal kita seperti bumi dan langit
priyayi dan rakyat biasa tak kan bisa bersatu
leluhur pun tak kan menerima
hanya bisa saling mendoakan
karena sejarah tak kan lekang
kisah kita pun juga bukan hal indah
tak pernah menganggap sempurna
tapi hatiku terpaut di sana
dan usahaku tak mampu menyandingnya
tak mampu menyejajarkan posisi
aku terima
bahwa aku hanyalah penonton
untuk takdirku ini
yang bahkan terkadang kutangisi sendiri
kembali menyadari bahwa masih banyak yang lebih menyedihkan daripada ini
bencana, kehilangan, dan pengkhianatan dimana-mana
bersyukur aku tak mengalaminya
namun empati dalam diri masih ada
seakan ragaku melayang di tempat lain
kucoba untuk terus memegangnya erat
memandang bagian langit yang masih terlihat cerah
akan kujalani ini semua dengan hati yang tulus
kuusahakan menikmati setiap detiknya dengan bahagia
tak mengharapkan apapun lagi
tak menginginkan apapun lagi
tak berambisi terhadap apapun lagi
apapun mimpiku di masa lalu telah kukubur dalam-dalam
mulai sekarang aku hanyalah penikmat
yang melihat keberhasilan dan kesuksesan orang lain
menjadi saksi atas pencapaian terbaik mereka
yang berada sangat tinggi jauh meninggalkanku
aku menyaksikannya dengan senyuman terindahku
mulai sekarang akan kuhadapi dunia dengan lebih berani
Tuhanku berada di dalam hatiku
menyatu dengan diriku
mendengar semua kata hati nuraniku
bahkan Ia adalah itu
aku tidak pernah jauh lagi
aku sungguh sangat dekat
walau doa yang kulangitkan tidak sebanyak itu
namun aku usahakan hati yang berdoa ini telah berwarna putih
ada banyak hal yang harus memang diterima dengan lapang dada
ada banyak hal yang harus direlakan pergi dan mungkin suatu saat bisa kembali
tak apa karena itu bukan berarti aku kehilangan segalanya? tidak
aku masih memiliki kesehatan dan waktu sampai aku menyampaikan ini
siapapun yang masih berada di sampingku adalah bukti dari kebahagiaan
mereka adalah berkah terbaik yang pernah kumiliki
selama mereka sehat dan bisa terus membersamaiku
sudah cukup kehidupanku ini
terima kasih kalian semua mendukung serta menerima keadaanku yang serba kurang ini
semoga di kehidupan berikutnya aku bisa membuat kalian tersenyum lebih banyak lagi
dan aku tak kan melupakanmu seumur hidup ini
membingkaimu dalam kenangan yang rusak
walau tidak memahamimu
walau tidak bersamamu selamanya
akan ada simpul yang tak terlihat
menjerumuskanku jauh ke dasar lautan
menghapus semua sesalku
menghilangkan rasa sakitku
menyembuhkan luka
melepaskan semua hawa nafsu duniawi
kembali pada sejatinya diri
menyerahkan tubuh pada pemiliknya
mempertanggungjawabkan laku selama ini