Selasa, 19 Mei 2026

Masih Kotak Kosong

Aku masih melihatmu sebagai teka-teki yang belum terselesaikan
Entah dulu atau sekarang, kamu masih sama saja
Senyummu terpancar tatapan merendahkan yang tersembunyi
Bagaimana kamu melihat kami dan mereka?

Padahal ketulusan sedang meraba tubuhmu yang rentan
Kamu menerjemahkannya sebagai alarm bahaya
Menarik diri begitu logikamu tersentuh oleh rasa
Membuat banyak pertanyaan untuk orang lain
supaya kamu tak ditanya
Bila ditanya pun hanya jawaban singkat
Kamu bukan memendam
malah ingin menyembunyikan

Kamu menganggap semua adalah milikmu selamanya
Bahkan jika suatu saat seseorang marah
Kamu akan menganggapnya sebagai waktu yang tak berpihak padamu saja
Esok saat ia melupa, kamu datang seakan tak pernah melakukan kesalahan

Lalu kamu tersenyum saat mendengarkan tangisan yang kupentaskan
Hei, aku juga pura-pura dalam hatiku berbisik apakah kamu percaya?
Aku juga tak merasa benar-benar tulus
taukah kamu?

Rasa berlapis yang kamu beri sudah mampu aku terjemahkan
entah bila suatu saat aku melupakan kata kuncinya
Menganggap hanya kamu yang mengerti dan memahami
padahal sama sekali tak ada artinya aku di hadapanmu

Kita menganggapnya hanya sebagai transaksi belaka
Kini aku dalam fase jengah, sudah bukan jenuh lagi
setiap benang yang kujahit padamu tak dapat terpasang pada jarumnya
setiap kata seakan tak mendapat perhatianmu
hanya tentang hal itu saja yang membuatmu menanggapi

Kamu mengabaikan setiap hal yang tak berhubungan dengan itu
Kamu terlalu terlihat jelas
Mungkin membuatku pulas
dan semua tulisanku bahkan semua kemarahanku
adalah kebutuhanmu

Ahh.. terlalu gelap, seperti memberi gelas namun diisi air keruh beracun
Aku tahu juga, bahwa kamu tak akan berhenti dan memang tak mampu berhenti

Apakah bagimu ketulusan hanyalah omong kosong
Atau hanya kamu tak ingin kecewa, terluka, dan patah hati
Bukankah kamu terlalu pengecut untuk ini?

Menjadi apapun kamu akan bersinar
Namun hatimu rentan goyah
Senyummu menjadi palsu dan merendahkan
Sedang seumur hidupmu selalu dijunjung tinggi

Kamu sampai kapanpun akan seperti itu
Bagaimanapun orang yang bertamu
Kamu sama sekali tak kan mengubah apapun
hanya orang yang silih berganti menjadi objek pemuas egomu
yang haus akan validasi dan atensi
bahkan kebencian untukmu juga terasa nikmat bukan?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar