Minggu, 20 Oktober 2024

Genre musik favorit

Siapa yang gak suka anime? J-pop? K-pop? Ini karya seni paling kuminati. Entah ada beberapa lagu Indonesia yang beberapa terpatri, namun setelah menerima karya dari dunia luar, semakin terkagum-kagum. Kalau diruntut, semua musik ini ada saat-saatnya tertentu untuk didengarkan.

Kalau lagi galau, sedih, kecewa, lagu Indonesia band tahun 2000-2013an ini cocok banget nemenin sambil ngelamun, nikmatin musik dan liriknya yang pas kena di hati (Pas Band). Trus orangtua tuh punya radio yang ada tape-nya gitu. Radio ini juga selalu nemenin buat dengerin lagu-lagu band saat itu. Dan suatu ketika pas SD mau ke SMP atau pas SMP itu mungkin lagi musim-musimnya Naruto, Inuyasha, dll. di GlobalTv, aku lihat setiap hari sampek seneng banget sama opening dan ending song-nya. Aku rekaman, terus kudengerin sambil belajar, ya gantian sama dengerin radio fm pake headseat gitu. Dan suatu saat pas mindah-mindah channel radio fm, kok pas lagunya naruto atau anime yang lain gitu. Wah, seneng dong aku. Masih inget banget acara radionya itu ngundang "Kojitsu" semacem komunitas J-pop culture gitu. Di acara itu diputer lagu-lagu Jepang, dari yang anime song sampek yang aliran j-rock juga ada. Dari situ lah mulai suka gak hanya animesong aja, tapi juga suka lagu-lagu jepang yang lainnya. Mulai suka the Gazette, Kagrra, Dir en Grey, dll. Wow, suka banget.

Trus pas musim Boys before flowers kan, di situ juga kadang diputer soindtracknya. Ah, mulai situ jadi suka K-pop. Yang awalanya cuma suka lagu dari dramanya, jadi suka juga lagu-lagu dari artis korea lainnya. Jadi keseharian masa kecil itu ya. Pulang sekolah lihat drama korea, sorenya setelah ngaji trus lihat anime. Malem belajar sambil denger lagu-lagunya. Bener-bener ngebagusin mood buat belajar, karena lagu-lagu mereka itu kayak bit-nya itu bikin semangat, walaupun liriknya itu kayak sedih, tapi ada part irama lagunya yang bikin ketukannya semangat gitu.Belajar pun jadi semangat. Sehari-hari gitu terus sampek sekarang.

Sampek sekarang ada beberapa genre yang mulai masuk di benak dan relate dengan kehidupan. Setelah bertemu segala masalah dan patah hati, dan ketemu tambatan hati sampek menikah, sepertinya lagu dangdut yang paling mewakili isi hati karena emang lirik yang sesuai dengan bahasa sehari-hari dan juga emang umum disukai orang-orang di sekitar juga. Campursari pun udah dikenalin dari SMP karena ada ekstrakurikulernya, dan baru bener-bener suka ya sekarang ini.

Dari dulu bingung passion apa, dan sepertinya sekarang baru mulai menemukan apa-apa yang bener-bener aku sukai. Yah.. Akan ada cerita lainnya lagi.. 

Sabtu, 19 Oktober 2024

Residual Memori

Tanyakan pada malam, siapa saat ini yang kupikirkan. Tanya pada kipas yang sedang berputar menatap wajahku yang penuh tanda tanya. Untuk apa aku mengingatmu. Bahkan aku yakin dunia ini sangat damai tanpa kita.

Sesaat kemudian aku menyadari, tak ada tempat bahkan celah untuk berharap. Menjadi dicintai seperti apa yang kucintai. Mereka terbang seperti angin kecil yang tak bersuara.

Mungkin hanya aku yang terjebak dalam ilusi ini. Bahkan bila semua kesedihan itu akan terjadi teringat. Kadang juga teringat momen yang menggemaskan. Kepalaku yang terbentur bola voli saat melihatmu dari kejauhan. Bodohlah aku ini. Aku yang jatuh dari besi duduk taman itu. Ah, malunya.

Ya aku tau, memori ini bukan hanya tentang tangisan, tapi ada beberapa tawa membingkai di sana. 

Bahkan tak ada yang disesali. Tak ada yang mempermasalahkan perasaan residu tak terkendalikan. Hanya mampu melihatnya seperti awan yang terbawa angin, bahkan seperti bumi yang berputar, semua memang harus bergerak, berproses, dan suatu saat nanti menghilang dan hancur. 

Aku telah sampai pada kelas medium dalam menangani emosiku. Prosesnya yang berliku dan tidak mudah. Dan lagi-lagi di akhir aku harus menyatakan kekalahanku padamu. Dan memberikan diriku untuknya. Dia yang selalu mendukung, menyemangati, dan hadir di saat-saat terbaikku. Dia yang telah mengusahakan makananku dan kebutuhanku. Kupilih dia, karena dia yang terpenting sekarang.

Aku tidak membandingkan, hanya saja terlalu jauh perbedaannya. Kamu tidak pernah menanyakan tentangku, tak pernah ada di saat terbaikku, dan selalu mengabaikan keberadaanku. Akhirnya aku menyadari siapa yang lebih penting ada di hidupku. Dan berterima kasih padamu yang tak membuka hati untukku, sehingga aku membuka hati untuknya dan menyadari usahanya.

Karena siapa yang tidak bahagia telah diusahakan sebegitunya. Aku tidak menyesal. Aku harus bersyukur berada di sisi yang menghargai dan berharga. 

Hidup sekali ini mari kita bahagiakan. Residual yang pasti ada tak akan mungkin hilang, tapi jalan hidup, dan hidup seperti apa yang diinginkan adalah jawaban kompleks pertanggungjawabanku dengannya sekarang. Maaf karena terlalu mempermasalahkan residual memori ini. Semoga aku mampu menempatkannya di bagian yang tak mudah terjamah. Akan aku perbanyak tempat untuk masa kini dan masa depanku. Maafkan aku yang begitu lama menyadari hal ini. Semoga dia tak pernah berubah. Mencintai dengan tulus dan menyayangi sepenuh hati tanpa pamrih. 

Jumat, 18 Oktober 2024

Dimana aku?

Aku melihatmu dengan artis A, menikah dengannya? Lalu aku yang kedua. Di situ ia terlalu lelah setelah mengisi acara dengan gaun dan bunga yang sangat indah. Kamu memijatnya dengan minyak G yang tidak cocok di kulitnya. Ia merasa gatal dan merah-merah pada kulitnya. Tiba-tiba para kecoa (kecil) pun ingin berfoto dengannya. Lalu akan hujan, adikmu ingin segera melanjutkan perjalanan, tapi tak bisa, hujan, pakaian basah dan aku harus menepikannya. Tandon tertukar antara yang besar dan yang kecil tidak sesuai tempatnya. Dan banyak timba menampung yang air hujan yang melimpah setelah kemarau panjang.

Kemudian tiba-tiba ada orang tak dikenal ingin menerobos ruang artis (ruangan yang tadi di awal). Aku berkata sedang apa, mau mencari berita atau berencana berbuat kurang baik? Yang ternyata berjualan wajan berbagai jenis ukuran. Saat aku menoleh ke artis W, dia seketika mendekapnya dan merekam dari belakang. Apa maksudnya? Ingin mengancam menyebarkan rekaman itu? Bukannya hanya untuk suka-suka. Team datang dan menyuruh hapus rekaman. Setelah itu, terlihat tidak meyakinkan dan akhirnya kukejar sampai dia menjadi kecil, dan tiap rumput yang dipijak menjadi api. Anak-anak kecil di luar rumah kuteriaki untuk masuk karena banyak orang-orang ingin berbuat kurang baik sedang berkeliaran. Kupadamkan api, dan anak-anak juga memadamkannya dengan air got. Kemudian masuk ke rumahnya masing-masing. 

Sampai jadi mengecil seperti boneka sumo. Sepertinya sesaat setelah itu, ia mungkin sudah mawas diri. Kembali mendapatkan kebebasannya dengan menjadi kamera-man bersama salah satu orang yang menurutku lebih aneh dengan tato dan gondrong ditalu ke belakang yang sepertinya sama-sama suka serta saling jaga.

Sampai aku merasa berada di kota S, kemudian menyeberangi samudra melewati jembatan ke Pulau M. Sampai di pulau M, banyak sekali truk terguling dengan muatan yang dibiarkan begitu saja. Orang-orang melewatinya dengan biasa, pakai motor dan jalan seperti biasa melewatinya ke atas. Pemotor gede membonceng banyak anak berseragam sekolah untuk melewatinya. Ibu-ibu bergamis putih juga melewatinya dengan biasa. Kakiku terasa agak sakit saat melewati muatan keramik yang sudah berupa remukan. Namun melihat ujung yang tak ada habisnya, kuputuskan kembali. Di jalan sedang senja adzan maghrib. Bingung kemana jalan sebelumnya. Aku melihat ada 3 cabang jalan. Ada masjid, musholla, dan bangunan-bangunan rumah lainnya.

Di masjid orang-orang (bukan anak-anak) beribadah pada umumnya, di musholla banyak anak-anak berkumpul, mereka memakai blangkon, beskap, kebaya, dan gelungan. Di tengah semua bangunan terdapat taman luas yang dapat melihat ke segala arah. Di sana ada dia yang bersama dia, dia yang satunya membakar besi panjang, setelah panas, besi itu diletakkan di lengannya yang satunya. Membentuk tanda hitam menindih tato yang terdahulu di kulitnya. Untuk apa? Masokis? Entah sebagai tanda apa. Sedangkan ada dia yang wajahnya imut (seperti cupid ABG tapi berpenampilan masa kini, kaos bolong hitam dengan rambut agak keriting pirang yang dibiarkan berantakan) menatapku dengan sangat lama tanpa berkedip. Apa maksudnya? Siapakah dia?

Lalu aku terbangun dari mimpi.

Senin, 14 Oktober 2024

Salah prediksi

Aku berteriak

Aku menangis

Sesenggukan menahan riak riuh pada hidung dan tenggorokan.

Apa kau tau? Sebesar apapun pengorbanan tak juga membuat hati luluh

Entah apa ini

Aku memprotes sistem limbikku

Karena tak berfungsi dengan semestinya

Lalu berkali-kali aku memanggilmu

Dalam tuli, siapapun tak mendengar

Suaraku pun tak mampu menjangkaumu

Sesekali mata batin kita terhubung

Atau hanya perasaanku

Mata kita pernah bertemu

Namun semua hanya biasa saja

Sedang anganku meronta-ronta menginginkan itu

Bisakah? Bisakah kita tidak pernah ada

Bisakah semua itu hilang dari ingatan

Bisakah semua pergi tanpa interupsi

Ah.. Kesal rasanya

Lalu bagaimana dengan hari itu

Hari dimana dia kau panggil

Hari dimana kau tak berdoa apa yang terbaik yang harus dilakukan

Memperbolehkan seenaknya menganggap bahwa setiap detik akan hilang dengan setiap detik berikutnya

Kau munafikkan dirimu sendiri

Mungkin memang harusnya begini

Karena tak ada bahagia yang sesempurna itu

Dan tak ada keindahan yang tidak cacat bukan

Hingga cacatmu diterima olehnya

Lalu tak ada jalan untuk melarikan diri

Terjebak dalam permainan sendiri

Merasakan akibat dari kesalahan memprediksi

Hingga ketulusan tak nampak di lubuk hati

Semua berubah menjadi segumpal tanggungjawab yang menggerogoti

Adakah, adakah cinta yang hakiki?

Yang mampu menggetarkan hati

Tulus semurni mata air dari atas memberkahi

Masih kucari dalam perjalanan ini

Ketulusanku, kecintaanku, keinginanku, dan obsesiku

Aku yakin kamu pun tak akan pernah melupakanku