Selasa, 14 Mei 2019

Nanti


“Nanti”
oleh Arsyazieq
Aku mempercayaimu diriku, iya, kau yang ada dalam diriku..
Sadarlah.. bukankah kau begitu naïf..
Menempatkan dirimu pada tempat yang rumit..
Ku jelaskan sekali lagi bahwa ini bukanlah suatu kepedihan..
Dan harus kau tahu, dalam diriku ini terdapat kebimbangan, akan dibawa kemana tubuh yang penuh dengan rasa keingintahuan yang dipendam ini..
Menghambat respon sensasi dengan cepat, tanpa tahu bagaimana jalan yang benar untuk mencapainya..
Mereka bilang aku kuat, ada yang bilang aku bodoh..
Bagaimana sesungguhnya aku? Adalah aku yang penuh dengan rasa penasaran akan diriku sendiri, sampai mana batasku untuk menikmati kedamaian yang tak berpetualang ini..
Aku memang sudah tenang, tapi seseorang dalam diriku ingin melakukan lebih dari ini..
Untukmu yang akan bersamaku, bolehkah aku meminta dirimu, dan bukan hanya hatimu, bahkan aku ingin memiliki ketajaman pemahamanmu..
Dengan terus mengagumi kelebihanmu, semua ini tak dapat berhenti di sini saja..
Aku bahkan hatiku terus berteriak, menginginkan sesuatu yang bermakna yang tak diinginkan oleh banyak orang..
Bergemuruh ingin segera diwujudkan..
Hai orang yang akan mendampingiku, semoga engkau memiliki banyak kesabaran untuk menghadapi bocah sepertiku..
Aku hanyalah seseorang yang lemah, sering merindu akan saat-saat sederhana, dan terkadang lupa untuk tersenyum..
Hai seseorang yang menginginkanku, jangan mendengarkan  kata-kata mereka, karena aku sangatlah berbeda dari apa yang mereka katakan..
Semoga kau tidak kecewa dan terus berbahagia saat bersamaku kelak..
Untuk seseorang yang akan menemani masa tuaku, kau harus tegas padaku, aku begitu lembek hingga menjadi seseorang yang lebih suka tidur dan menjadi pemalas..
Kau akan menemaniku seperti anak kecil yang terus berlari walau ibu menyuruhnya untuk berhenti.. jadilah teman yang setia mendengarkan ocehanku..
Karena ocehan sangat membosankan, dibenci olehmu adalah ketakutan terbesarku..
Ini hanya pemikiranku, semoga engkau mengerti dan memahami, bagaimana diri ini terus berdiri kuat dibalik hati yang lemah..

Sabtu, 04 Mei 2019

Untuk hati yang tak terpatahkan


Alunan musik ini menuntunku sekarang, menuju tempat yang lebih tinggi. Entah lebih tinggi kesadarannya, atau lebih tinggi khayalannya. Aku terperanjat saat suara gitar listrik ini begitu berdentang ketukannya di telingaku. Drum Kai yang jarang diperdengarkan dentuman kerasnya. Hanya mendengar suara serak Ruki, ya, vokalis favoritku. Gazette yang selama ini menjadi band favoritku, yang selalu bercerita tentang kehilangan yang begitu dalam sama seperti apa yang kurasakan selama ini. Seseorang berkata, tak perlu menantikan bila tak pernah diperdulikan.
Aku sekarang meleleh di dalamnya, dalam rindu dan cinta yang tak seharusnya. Cinta dan kerinduan yang tak berwujud. Keserasian yang hanya bayangan di dalam dunia imajinasi. Semuanya bercampur menjadi satu. Kenangan, air mata, dan kerinduan, bahkan penyesalan turut hadir untuk menemaninya. Apa yang terjadi dalam diri yang rapuh dan mulai pecah ini. Andai aku bisa seperti Kyu dan Naruto yang selalu memiliki ketangguhan tak terkalahkan dalam dirinya. Memiliki tekad sekuat itu pasti aku tak terkalahkan. Kesombongan yang mulai menyelimuti ini, hadirlah nanti saja saat aku sudah menyadari bahwa diriku berharaga. Sebenarnya tanpa menungguku pun tidak menjadi masalah. Sebenarnya kepalaku ingin berhenti berpikir dengan semua hal yang satu-persatu ini menyesakkan nafasku. Kesadaranku tak seimbang dan air mata yang tak dapat dikendalikan.