Sabtu, 14 Maret 2026

Sadari

Kamu terlihat baik-baik saja
Syukurlah kamu tak sehancur diriku
Baiknya memang begitu
Kamu sama sekali tak pernah merasa menyakiti
Malah kamu merasa tersakiti
Sungguh lucu dualisme pandangan ini

Sama-sama api yang membara
Tak ada air
Bukan malah padam
Malah semakin berkobar
Menjalar kepada mereka yang terdekat

Sudahkah kamu menyadari
Siapa yang memulai permainan ini
Sudahkah kamu membuka mata
Siapa yang sebenarnya memanipulasi
Atau di sudut padang orang ketiga
kita memang sama-sama penjahat? 

Yasudahlah, jembatan sudah terputus
Tak kan ada jalan menuju kita berdua
Walau jarak begitu dekat
Kita akan sama-sama menghilang bersama waktu yang berlalu

Ingatkan aku bahwa tak satupun tawa ada karenamu
Dan kuingatkan kamu bahwa aku adalah penyesalan terbesarmu

Senin, 02 Maret 2026

Akhirnya

Terlalu banyak kata tentangmu
Membuatku jengah
Sudah puas aku menebasmu dalam pikiranku
Puas melihat darahmu dalam fantasiku

Terlalu lama berlari-lari
Tak kunjung temukan makna diri yang kucari
Kini aku kembali saja pada jati diriku
Daripada semakin tak mampu memegang kendali

Lebih baik menjadi apa adanya
Menjadi seperti layaknya orang pada umumnya
Bukan orang istimewa
Bukan pula orang terpandang
Menjadi biasa saja tapi hidup tenang

Inilah yang akhirnya membuatku berbalik arah
Yang kuinginkan dari dulu hanyalah hidup damai
Tanpa caci, tanpa sanjung puji, tanpa padangan mengkritisi
Hanya hidup untuk keluarga dan melihat mereka hidup bahagia

Hidup yang benar-benar bermakna
Tak apa kehilangan dunia
Tak apa kehilangan tahta
Tak apa karena sejatinya tidak pernah memilikinya juga

Ah.. Biar dikata orang pemalas
Biar dikata pengangguran
Biar dikata sarjana tak dapat kerja
Aku sudah berdamai dengan atribut itu
Aku hanya ingin anakku bahagia
Keluargaku tenang karena aku selalu ada untuk mereka

Terima kasih kamu sudah mengantarkanku lebih dekat dengan keluargaku, hal yang benar-benar paling aku lindungi dan aku cintai