Kamis, 19 Desember 2024

Satu Kebaikan untuk Keselamatan

Sejauh ini masalahnya adalah belum mampu menyadari apa yang benar-benar penting dalam kehidupan seseorang. Setiap orang pun berbeda-beda keadaannya, berbeda kebutuhannya, berbeda tujuannya. Untuk itu, apa yang benar-benar penting bagi seseorang pun pasti berbeda antara satu orang dan orang lainnya.

Meyakini bahwa setiap orang juga punya masalah dan persoalannya masing-masing. Sehingga apapun yang terjadi pada diri sekarang berupa hujan, badai, banjir emosi adalah hal yang wajar. Pertanyaannya adalah bagaimana kita mengelolanya. Persoalan sepele dapat menjadi masalah yang sesaat bisa berubah menjadi konflik dengan diri sendiri maupun dengan orang lain bahkan dapat berkembang menjadi konflik yang dihadapkan dengan masyarakat.

Sekolah akan selalu mengajarkan ilmu hitung, sosial, ekonomi, sosial, hingga pengembangan bakat. Namun apakah pengelolaan emosi dan konflik diajarkan di sekolah? Tidak membebankan pada tenaga pendidik, namun lagi-lagi support system terkecil yakni keluarga sangat berperan dalam hal ini. Keluarga yang baik, yang harmonis, mereka dapat memberikan banyak kasih sayang yang otomatis membangun rasa percaya diri, rasa empati, dan manajemen emosi yang baik pada anak. Kita pun tahu, tidak semua keluarga harmonis, tidak semua keluarga baik dalam memberikan pengalaman emosional pada anak. Bahkan ada pula yang sepertinya dalam keluarga baik-baik saja namun seorang anak dapat menyimpan banyak beban dalam hatinya.

Mari kita bergandeng tangan, menjadi orang tua yang baik, menjadi teman yang baik, menjadi pendidik yang baik, menjadi pemerintah yang baik, menjadi pemimpin yang baik. Sesuatu yang dimulai dengan kebaikan akan menghasilkan hal yang baik pula. Bila hasilnya kurang atau tidak baik, maka apa saja yang harus diperbaiki mari kita lakukan.

Sayangnya setelah dewasa baru menyadari bahwa latihan manajemen emosi benar-benar berguna. Namun belajar dari kehidupan adalah hal yang terbaik untuk tetap bertahan hingga saat ini. Entah ada berapa pikiran buruk tentang diri sendiri dan orang lain sehingga timbul keinginan untuk bertindak yang tidak sewajarnya.

Guru pernah mengatakan, "Cintai apa yang kau cintai, maka kau akan kehilangannya." Benar saja, semua yang dicintai akan menghilang pada akhirnya. Kesimpulannya, semua berusaha untuk melakukan kebaikan sesuai porsinya saja. Seperti makan, jika kita hanya mampu makan satu porsi atau satu piring saja, tidak mungkin bagi kita untuk makan dua piring sekaligus bukan?

Semua persoalan ini muncul dengan alasan tertentu, dan mungkin salah satunya kita "dholim" atau tidak menempatkan sesuatu pada tempatnya. Untuk itu diberadakan aturan supaya kita paham berapa porsi dalam setiap hal yang harus kita lakukan, kita terima, dan harus kita berikan.

Harapan dan cita-cita adalah tujuan, bukan hasil yang kita minta tanpa usaha dan ikhtiar. Terkadang permasalahan itu adalah jatuhnya kita pada tingginya harapan yang tidak rasional, tidak sepadan dengan usaha, namun kecewa karena begitu kita paksakan mendapatkan apa yang kita inginkan padahal sedikit sekali apa yang kita lakukan.

Berusaha menuju tujuan itu sangat membahagiakan, menikmati proses adalah kenikmatan luar biasa.Dapat merasakannya adalah anugrah yang tak tergantikan. Memang pilihannya ada tiga, bertindak buruk, diam, atau bertindak baik. Mengetahui apa tindakan terbaik yang dapat kita lakukan adalah awal yang baik. Sampai hal itu menjadi tindakan yang nyata adalah keselamatan bagi diri kita dan memberikan dampak yang baik pula bagi cakupan yang lebih luas. Satu kebaikan kita akan berguna untuk orang lain, masyarakat, dan negara. Berbesar hati karena melakukan satu kebaikan dan jangan dibandingkan dengan kebaikan yang begitu besar yang dilakukan orang lain. Jangan membuat diri kita begitu kecil di hadapan orang lain. Sebab tiap orang punya perjalanan yang berbeda, pengalaman berbeda, dan kecerdasan yang berbeda.

Sekali lagi, menyadari bahwa diri kita berharga, berarti, dan bermakna adalah bahan bakar yang baik untuk memulai suatu kebaikan. Karena dengan satu kebaikan yang kita lakukan, akan menimbulkan kebaikan lainnya seperti bola yang memantul. Hal itu memiliki efek domino. Ketidakbaikan pun juga sama, efek dominonya menimbulkan berbagai dilema, kegelisahan, hingga gangguan psikologis pada mereka yang tak mampu memanajemen dirinya dengan baik.

Menjadi orang baik memang tidak mudah. Namun selama kita bisa berkata yang baik, bisa bersikap baik, berprasangka baik, serta dapat memilih tidakan yang terbaik sesuai keadaan kita adalah hal yang sangat berarti bagi keselamatan umat. Kita memang tidak dapat selalu baik kepada orang lain. Apakah setiap orang yang membutuhkan pertolongan kita selalu kita beri pertolongan? Belum tentu, karena kita memunyai keadaan, keterbatasan, dan kepentingan sendiri. Namun kita bisa menolak dengan cara yang baik, dengan kata yang sopan, dan mendoakan yang baik. Berbuat baik tidak selalu dengan tindakan yang sesuai dengan harapan orang lain. Namun sikap yang kita berikan yang menentukan apakah kita mampu menjadikan setiap persoalan itu menjadi kebaikan.

Pandangan orang lain memang berbeda-beda. Tidak masalah bagi kita untuk memberikan pendapat yang berbeda pula, namun dengan kata yang baik dan sopan. Apapun itu, pasti tujuan baik adalah latar belakang pada setiap tindakannya.

Sungguh aku baru menyadarinya saat mengetik semua tulisan ini.

Hanya ada seyuman malam ini yang mengantarku pada lelap tidur malamku. Terima kasih siapapun kalian yang menjadi inspirasiku. Semoga kita semua bahagia dunia akhirat. Aaamiin.

Minggu, 20 Oktober 2024

Genre musik favorit

Siapa yang gak suka anime? J-pop? K-pop? Ini karya seni paling kuminati. Entah ada beberapa lagu Indonesia yang beberapa terpatri, namun setelah menerima karya dari dunia luar, semakin terkagum-kagum. Kalau diruntut, semua musik ini ada saat-saatnya tertentu untuk didengarkan.

Kalau lagi galau, sedih, kecewa, lagu Indonesia band tahun 2000-2013an ini cocok banget nemenin sambil ngelamun, nikmatin musik dan liriknya yang pas kena di hati (Pas Band). Trus orangtua tuh punya radio yang ada tape-nya gitu. Radio ini juga selalu nemenin buat dengerin lagu-lagu band saat itu. Dan suatu ketika pas SD mau ke SMP atau pas SMP itu mungkin lagi musim-musimnya Naruto, Inuyasha, dll. di GlobalTv, aku lihat setiap hari sampek seneng banget sama opening dan ending song-nya. Aku rekaman, terus kudengerin sambil belajar, ya gantian sama dengerin radio fm pake headseat gitu. Dan suatu saat pas mindah-mindah channel radio fm, kok pas lagunya naruto atau anime yang lain gitu. Wah, seneng dong aku. Masih inget banget acara radionya itu ngundang "Kojitsu" semacem komunitas J-pop culture gitu. Di acara itu diputer lagu-lagu Jepang, dari yang anime song sampek yang aliran j-rock juga ada. Dari situ lah mulai suka gak hanya animesong aja, tapi juga suka lagu-lagu jepang yang lainnya. Mulai suka the Gazette, Kagrra, Dir en Grey, dll. Wow, suka banget.

Trus pas musim Boys before flowers kan, di situ juga kadang diputer soindtracknya. Ah, mulai situ jadi suka K-pop. Yang awalanya cuma suka lagu dari dramanya, jadi suka juga lagu-lagu dari artis korea lainnya. Jadi keseharian masa kecil itu ya. Pulang sekolah lihat drama korea, sorenya setelah ngaji trus lihat anime. Malem belajar sambil denger lagu-lagunya. Bener-bener ngebagusin mood buat belajar, karena lagu-lagu mereka itu kayak bit-nya itu bikin semangat, walaupun liriknya itu kayak sedih, tapi ada part irama lagunya yang bikin ketukannya semangat gitu.Belajar pun jadi semangat. Sehari-hari gitu terus sampek sekarang.

Sampek sekarang ada beberapa genre yang mulai masuk di benak dan relate dengan kehidupan. Setelah bertemu segala masalah dan patah hati, dan ketemu tambatan hati sampek menikah, sepertinya lagu dangdut yang paling mewakili isi hati karena emang lirik yang sesuai dengan bahasa sehari-hari dan juga emang umum disukai orang-orang di sekitar juga. Campursari pun udah dikenalin dari SMP karena ada ekstrakurikulernya, dan baru bener-bener suka ya sekarang ini.

Dari dulu bingung passion apa, dan sepertinya sekarang baru mulai menemukan apa-apa yang bener-bener aku sukai. Yah.. Akan ada cerita lainnya lagi.. 

Sabtu, 19 Oktober 2024

Residual Memori

Tanyakan pada malam, siapa saat ini yang kupikirkan. Tanya pada kipas yang sedang berputar menatap wajahku yang penuh tanda tanya. Untuk apa aku mengingatmu. Bahkan aku yakin dunia ini sangat damai tanpa kita.

Sesaat kemudian aku menyadari, tak ada tempat bahkan celah untuk berharap. Menjadi dicintai seperti apa yang kucintai. Mereka terbang seperti angin kecil yang tak bersuara.

Mungkin hanya aku yang terjebak dalam ilusi ini. Bahkan bila semua kesedihan itu akan terjadi teringat. Kadang juga teringat momen yang menggemaskan. Kepalaku yang terbentur bola voli saat melihatmu dari kejauhan. Bodohlah aku ini. Aku yang jatuh dari besi duduk taman itu. Ah, malunya.

Ya aku tau, memori ini bukan hanya tentang tangisan, tapi ada beberapa tawa membingkai di sana. 

Bahkan tak ada yang disesali. Tak ada yang mempermasalahkan perasaan residu tak terkendalikan. Hanya mampu melihatnya seperti awan yang terbawa angin, bahkan seperti bumi yang berputar, semua memang harus bergerak, berproses, dan suatu saat nanti menghilang dan hancur. 

Aku telah sampai pada kelas medium dalam menangani emosiku. Prosesnya yang berliku dan tidak mudah. Dan lagi-lagi di akhir aku harus menyatakan kekalahanku padamu. Dan memberikan diriku untuknya. Dia yang selalu mendukung, menyemangati, dan hadir di saat-saat terbaikku. Dia yang telah mengusahakan makananku dan kebutuhanku. Kupilih dia, karena dia yang terpenting sekarang.

Aku tidak membandingkan, hanya saja terlalu jauh perbedaannya. Kamu tidak pernah menanyakan tentangku, tak pernah ada di saat terbaikku, dan selalu mengabaikan keberadaanku. Akhirnya aku menyadari siapa yang lebih penting ada di hidupku. Dan berterima kasih padamu yang tak membuka hati untukku, sehingga aku membuka hati untuknya dan menyadari usahanya.

Karena siapa yang tidak bahagia telah diusahakan sebegitunya. Aku tidak menyesal. Aku harus bersyukur berada di sisi yang menghargai dan berharga. 

Hidup sekali ini mari kita bahagiakan. Residual yang pasti ada tak akan mungkin hilang, tapi jalan hidup, dan hidup seperti apa yang diinginkan adalah jawaban kompleks pertanggungjawabanku dengannya sekarang. Maaf karena terlalu mempermasalahkan residual memori ini. Semoga aku mampu menempatkannya di bagian yang tak mudah terjamah. Akan aku perbanyak tempat untuk masa kini dan masa depanku. Maafkan aku yang begitu lama menyadari hal ini. Semoga dia tak pernah berubah. Mencintai dengan tulus dan menyayangi sepenuh hati tanpa pamrih. 

Jumat, 18 Oktober 2024

Dimana aku?

Aku melihatmu dengan artis A, menikah dengannya? Lalu aku yang kedua. Di situ ia terlalu lelah setelah mengisi acara dengan gaun dan bunga yang sangat indah. Kamu memijatnya dengan minyak G yang tidak cocok di kulitnya. Ia merasa gatal dan merah-merah pada kulitnya. Tiba-tiba para kecoa (kecil) pun ingin berfoto dengannya. Lalu akan hujan, adikmu ingin segera melanjutkan perjalanan, tapi tak bisa, hujan, pakaian basah dan aku harus menepikannya. Tandon tertukar antara yang besar dan yang kecil tidak sesuai tempatnya. Dan banyak timba menampung yang air hujan yang melimpah setelah kemarau panjang.

Kemudian tiba-tiba ada orang tak dikenal ingin menerobos ruang artis (ruangan yang tadi di awal). Aku berkata sedang apa, mau mencari berita atau berencana berbuat kurang baik? Yang ternyata berjualan wajan berbagai jenis ukuran. Saat aku menoleh ke artis W, dia seketika mendekapnya dan merekam dari belakang. Apa maksudnya? Ingin mengancam menyebarkan rekaman itu? Bukannya hanya untuk suka-suka. Team datang dan menyuruh hapus rekaman. Setelah itu, terlihat tidak meyakinkan dan akhirnya kukejar sampai dia menjadi kecil, dan tiap rumput yang dipijak menjadi api. Anak-anak kecil di luar rumah kuteriaki untuk masuk karena banyak orang-orang ingin berbuat kurang baik sedang berkeliaran. Kupadamkan api, dan anak-anak juga memadamkannya dengan air got. Kemudian masuk ke rumahnya masing-masing. 

Sampai jadi mengecil seperti boneka sumo. Sepertinya sesaat setelah itu, ia mungkin sudah mawas diri. Kembali mendapatkan kebebasannya dengan menjadi kamera-man bersama salah satu orang yang menurutku lebih aneh dengan tato dan gondrong ditalu ke belakang yang sepertinya sama-sama suka serta saling jaga.

Sampai aku merasa berada di kota S, kemudian menyeberangi samudra melewati jembatan ke Pulau M. Sampai di pulau M, banyak sekali truk terguling dengan muatan yang dibiarkan begitu saja. Orang-orang melewatinya dengan biasa, pakai motor dan jalan seperti biasa melewatinya ke atas. Pemotor gede membonceng banyak anak berseragam sekolah untuk melewatinya. Ibu-ibu bergamis putih juga melewatinya dengan biasa. Kakiku terasa agak sakit saat melewati muatan keramik yang sudah berupa remukan. Namun melihat ujung yang tak ada habisnya, kuputuskan kembali. Di jalan sedang senja adzan maghrib. Bingung kemana jalan sebelumnya. Aku melihat ada 3 cabang jalan. Ada masjid, musholla, dan bangunan-bangunan rumah lainnya.

Di masjid orang-orang (bukan anak-anak) beribadah pada umumnya, di musholla banyak anak-anak berkumpul, mereka memakai blangkon, beskap, kebaya, dan gelungan. Di tengah semua bangunan terdapat taman luas yang dapat melihat ke segala arah. Di sana ada dia yang bersama dia, dia yang satunya membakar besi panjang, setelah panas, besi itu diletakkan di lengannya yang satunya. Membentuk tanda hitam menindih tato yang terdahulu di kulitnya. Untuk apa? Masokis? Entah sebagai tanda apa. Sedangkan ada dia yang wajahnya imut (seperti cupid ABG tapi berpenampilan masa kini, kaos bolong hitam dengan rambut agak keriting pirang yang dibiarkan berantakan) menatapku dengan sangat lama tanpa berkedip. Apa maksudnya? Siapakah dia?

Lalu aku terbangun dari mimpi.

Senin, 14 Oktober 2024

Salah prediksi

Aku berteriak

Aku menangis

Sesenggukan menahan riak riuh pada hidung dan tenggorokan.

Apa kau tau? Sebesar apapun pengorbanan tak juga membuat hati luluh

Entah apa ini

Aku memprotes sistem limbikku

Karena tak berfungsi dengan semestinya

Lalu berkali-kali aku memanggilmu

Dalam tuli, siapapun tak mendengar

Suaraku pun tak mampu menjangkaumu

Sesekali mata batin kita terhubung

Atau hanya perasaanku

Mata kita pernah bertemu

Namun semua hanya biasa saja

Sedang anganku meronta-ronta menginginkan itu

Bisakah? Bisakah kita tidak pernah ada

Bisakah semua itu hilang dari ingatan

Bisakah semua pergi tanpa interupsi

Ah.. Kesal rasanya

Lalu bagaimana dengan hari itu

Hari dimana dia kau panggil

Hari dimana kau tak berdoa apa yang terbaik yang harus dilakukan

Memperbolehkan seenaknya menganggap bahwa setiap detik akan hilang dengan setiap detik berikutnya

Kau munafikkan dirimu sendiri

Mungkin memang harusnya begini

Karena tak ada bahagia yang sesempurna itu

Dan tak ada keindahan yang tidak cacat bukan

Hingga cacatmu diterima olehnya

Lalu tak ada jalan untuk melarikan diri

Terjebak dalam permainan sendiri

Merasakan akibat dari kesalahan memprediksi

Hingga ketulusan tak nampak di lubuk hati

Semua berubah menjadi segumpal tanggungjawab yang menggerogoti

Adakah, adakah cinta yang hakiki?

Yang mampu menggetarkan hati

Tulus semurni mata air dari atas memberkahi

Masih kucari dalam perjalanan ini

Ketulusanku, kecintaanku, keinginanku, dan obsesiku

Aku yakin kamu pun tak akan pernah melupakanku

Selasa, 13 Agustus 2024

ya begitulah

Suatu hari pasti akan terganti. Suatu hari pasti akan berubah. Suatu hari nanti akan terkendali.

Aku, mencoba berkali-kali dan masih belum berhasil. Mungkin ada sedikit kemajuan, tetapi entahlah. Sudah di luar kata "muak" dalam benak ini. Memang benar orang bilang, musuh terbesar di dunia ini adalah diri kita sendiri. Kini, aku merasakannya. Bergulat melawan diri sendiri. Melawan kemalasan dalam diri, melawan memori yang tak ingin di-recall. Padahal sudah ada niat dalam hati, mengapa begitu sulit untuk dilakukan?

Aku tahu, penyesalan akan hadir belakangan. Dan tidak mungkin kita rasakan di awal cerita. Padahal aku juga tahu, terus merasa menyesal juga bukan hal yang baik bagi kondisi mental kita. Namun, aku merasa menyelam teralu dalam dengan perasaan ini. Ada ketertarikan untuk menyeret lebih dalam perasaan hampa ini. Harusnya aku tahu dan sadar bahwa semua telah terjadi dan tak akan ada waktu untuk mengulang dan memilih apa yang lebih kita inginkan sekarang.

Jumat, 17 Mei 2024

Tentang Hari Ini

Hari ini begitu berarti bagi seseorang karena banyak hal terjadi padanya. Tawa, tangis, hingga renungan hari ini akan mengubah dirinya di hari berikutnya. Suatu yang ditemukan hari ini akan begitu berarti untuk hari berikutnya. Bila hari adalah tawa maka memori akan mencatatnya sebagai kebahagiaan karena masih diberi orang-orang yang bisa menemani tawa renyah tanpa memikirkan rumitnya dunia. Bila hari ini adalah tangis, maka memori akan mencatatnya sebagai pelajaran, namun pertanyaannya apakah diri telah mampu pada penyelesaian atau masih terhenti pada titik penyesalan. Namun bila hari ini penuh dengan renungan, maka kemungkinan diri telah mencapai titik tertingginya. Sadar dalam kemawasan diri yang di atas rata-rata orang pada umumnya.

Baik-buruk keadaan hanyalah pelabelan. Saat itu terasa pahit kadang kita sesalkan, namun saat terasa manis selalu kita banggakan. Bahkan ada hari dimana semua terasa biasa-biasa saja, namun tetap bersahaja. Lalu bagaimana definisi hari yang baik sesungguhnya dalam benak kita?

Aku kadang berpikir untuk tidak merasakan apapun, namun sangat tidak menarik bukan? Semua pemberian ini, termasuk perasaan dan pemikiran ini mau tidak mau harus diterima. Hanya saja diri kita berbeda-beda dalam merespon semua pemberian ini. Andaikata diberi peran sebagai milyader pun mungkin tak mampu mengelola puluhan bahkan ratusan perusahaan yang dijalankannya. Telah terbagi sesuai porsinya. Tak perlu ada penyesalan dan keinginan yang menjulang tinggi tiada tara, bahkan saat belum menemukan jalannya, usaha memang belum mampu menggapainya.

Memang, pasrah juga bukan kewajiban karena belum mengusahakan segalanya. Namun setiap orang memiliki prioritasnya. Ada yang telah merasa cukup dengan semua ini, ada yang terus berusaha menambah dan menambah hingga ia sampai pada tujuannya untuk menjadi lebih sejahtera. Ingin bukan menjadi seperti itu?

Iman begitu penting bagiku. Buat apa tidur dalam ketidakpulasan karena memikirkan dan selalu terpikir bagaimana memajukan dan mengguritakan perusahaan sampai ke penjuru dunia. Bagaimana saat tidur kita terpikir cara menaikkan profit dan lain sebagainya, tidur pun hanya menjadi detik-detik yang cepat dan mungkin kenikmatannya berkurang? Jujur, sebagai ibu rumah tangga saja, bila sebelum tidur belum melakukan satu tugas rumah tangga saja rasanya tak bisa tidur nyenyak, karena mungkin esok ingin bersantai atau tidak ingin bergelut dengan urusan itu maka pada hari itu, malam itu juga harus menyelesaikan semuanya. Lalu bagaimana dengan mereka yang berada pada barisan pemilik sepertiga kekayaan dunia? Apakah tidurnya, bahkan tiap detiknya harus berpikir keras? Tak perlu dipikirkan dan tak apa, mungkin  mereka senang dan bahagia atas kerja keras mereka. Aku pun bahagia atas hari-hariku yang hanya kuhabiskan dengan keluarga kecilku.

Kadang merasa seperti ini, dengan kemonotonan hari yang biasa-biasa saja namun ada banyak senyuman dan tawa adalah bahagia yang sesungguhnya bagiku. Pernah aku berpikir banyak tentang keinginan atau menggapai impian, namun tak bisa, karena ada banyak hal yang tak merestui, itupun akan membuat jalan yang diimpikan semakin terhalang banyak rintangan. Tiap hari menjadi tidak tenang. Lalu kubuang semua yang kuinginkan itu. Lega, walau tak ada perubahan signifikan dalam hidup ini, setidaknya imanku pada Allahku tak akan pernah berubah. Begitu tenang saat ada waktu untuk membaca Quran, walau hanya satu 'ain. 

Inilah kesederhanaan yang menuntun pada kebahagiaan ketenangan jiwa yang sesungguhnya bagiku. Bagaimana dengan kalian? Aku harap kalian hargai hari dan orang-orang yang mengisi hari-hari kalian dengan sepenuh hati. Menerima mereka sebagai karunia indah adalah syukur, syukur tandanya iman, bila beriman Allah akan janjikan tempat yang indah di akhirat nanti. Walau tak menutup kemungkinan segalanya yang diusahakan juga berbuah manis, aku kan tetap selalu tersenyum untukmu dan mengucapkan selamat atas semua pencapaianmu sebagai manusia.

#katakatahariini #renunganhariini #bersyukuritupenting #syukurihariini #menjadiorangyanglebihbaik

Kamis, 16 Mei 2024

Nyata itu tidak nyata

Entah sampai kapan. Setiap malam seperti dunia berubah. Gelombang yang membawa alam bawah sadar menari dengan melodi. Andai kita tak pernah berpikir untuk pergi mungkin tak kan menjadi berbeda. Sejauh mana kita bisa melarikan diri. Tak akan ada jalan untuk menghilangkan semua yang telah terjadi.

Aku selalu berharap dualisme rasa ini bisa musnah, sayangnya itu hanya akan datang di saat mentari menghangatkan, berbeda ketika malam mulai datang. Tak kan ada yang mampu memintaku untuk pergi, sehingga tetap di sini dengan kekosonganku yang sepi.

Sedari kapan aku menyadari bahwa semua ini hanyalah mimpi, dan tak ingin membuat apapun untuk merelakannya meninggalkan tempatnya. Walau keindahannya tak mampu dinyatakan, namun membayangkannya saja telah menyesatkan seluruh hati dan pikiran.

Andai terdengar pun tak akan mengubah apapun. Andai seseorang ingin mewujudkan sesuatu dalam hidupnya yang sempurnah pun, ia akan tetap terhalang oleh kesempurnaannya sendiri. Sebisa apa tangan ini meraihnya, tetap saja tak ada pintu terbuka untuk melepaskan diri. Hembusan nafas pun tak dapat terasa lagi. Hanya saja perasaan selalu ada bersama di tengah kesendirian yang pekat.

Sejadi-jadinya, semua tak akan menjadi seperti nyata. Hanya dapat merasakan kesemuan yang samar. Sejatinya pun hanyalah hampa yang dibalut senyuman. Bahkan bungkus yang indah tak dapat memastikan bahwa isinya sama indahnya.

Sebaiknya menutup mata dan melupakannya adalah cara terbaik, namun diri ini diciptakan oleh yang indah, dan akan selalu menginginkan keindahan. Namun manusia tak pernah puas, padahal di depan mata ada beribu keindahan, ia tetap menginginkan keindahan yang lain. 

Mengingatkan diri bahwa kita harus bisa membahagiakan diri dengan apapun yang ada ..

Rabu, 15 Mei 2024

Akhirnya Sepenuhnya Sadar

Setelah beberapa saat tersesat dan kehilangan kendali atas diri sendiri. Merasa nurani dan logika bertolak-belakang hingga merasa semua hal ini bukanlah yang sebenarnya ditakdirkan. Akhirnya mengerti bahwa semua kerumitan ini terjadi karena kelalaian.

Jauhnya hamba dari TuhanNya memang menimbulkan berbagai prasangka (buruk). Hati yang gelisah setiap saat. Kepala yang kosong hinggal lupa arah tujuan. Sama sekali tidak berpikir dan berperasaan sewajarnya manusia, membuktikan bahwa hamba ini begitu dinamis sebagai makhluk yang diciptakan Allah dengan sempurna (memiliki sisi baik dan buruk). Namun pada dasarnya, ingin selalu baik, namun setiap diri pasti memunyai kekurangan. Inilah kesempurnaan yang sesungguhnya.

Kadang saat kita hilang arah, nasihat akan selalu datang, "Bersujudlah", namun selalu terabaikan. Sejujurnya tak perlu perhatikan siapa penyampainya, hanya lakukan apa pun sarannya yang positif. Karena dengan satu tindakan saja mampu mengubah semua kegalauan dalam hati. Hanya dengan bersujud semua hal yang tidak bermanfaat bagi tubuh akan pergi dan menghilang.

Sungguh setelah menyandarkan diri pada Allah, semua prasangaka itu menghilang seketika. Lalu kenapa tidak begitu konsisten untuk selalu begitu, justru inilah saatnya kita sadar bahwa baik buruk semua itu dari Allah. Kita merasakan betapa nikmat ketenangan setelah kegelisahan tiada tara melanda. Apakah selalu harus begitu? Bagaimanapun juga iman juga fluktuatif, bergantung pada tingkat ketakwaan seseorang. Untuk kaum biasa seperti diri ini, istiqomah adalah hal yang tidak begitu mudah. Namun percaya bahwa semua hal kebaikan akan berdampak baik, walau bukan dunia yang akan membuat senyuman, hanya janji surga yang akan membuat kita terus bertahan dan semangat.

Ikhlas akan membawa kita pada puncak ketenangan, kesabaran adalah obat terbaik di saat susah, dan berdoa adalah sahabat sejati yang akan selalu memudahkan hari-hari yang sulit dan melelahkan.

Terima kasih rasa sesal, rasa gelisah, dan rasa sakit. Berkat kalian, aku kembali pada Allah ku.

Kamis, 28 Maret 2024

Aku tidak percaya dan sangat kesal

Sejauh ini yang kutahu, kita bahagia dengan apapun yang dimiliki.

Sejauh ini yang kupahami adalah menerima semua yang ada di hadapan kita. 

Selama ini, aku mengerti bahwa tidak ada yang benar-benar hilang maupun benar-benar datang.

Semua hanya berlalu-lalang.

Tapi apakah aku sekuat itu? Tidak. Lemahnya diriku karena bagiku membutuhkanmu.

Seperti tak percaya. Hiruk pikuk semua ini masih tak bisa membuatku hilang darimu.

Kebahagiaan yang jelas kulihat, juga tak mampu membuatmu hilang dariku.

Apa karena kita terlalu lama berada di tempat yang sama?

Hei, kamu bisa tersenyum lebar. Dan masih teringat bahwa senyum yang kau berikan untuk semua orang telah menyinari wajahmu dengan begitu terang. 

Lalu apa? Aku tak berharap, walaupun aku selalu ada. Walaupun bukan aku waktu itu yang ada untuk menjadi sandaranmu.

Dan telah kusadari bahwa, bersandar pada orang lain hanya akan membuatku lemah karena selalu kecewa.

Dan ketika aku bersandar pada diri sendiri, aku terlihat sangat gila, lebih kecewa lagi dan hampir tak mampu memaafkan diri sendiri.

Lalu siapa lagi yang mampu menenangkanku?

Saat pertanyaan itu muncul, hanya selalu teringat akan namamu.

Entah.. Hal apakah ini. Padahal bukan kamu yang kulihat setiap hari. Padahal bukan dirimu yang ada untuk memberi penghidupan bagiku. Bukan kamu, bukan kamu, tapi lagi lagi kenapa kamu yang selalu muncul dalam benakku, dalam mimpiku.

Aku marah, pada diriku, juga padamu. 

Aku ingin pergi, namun selalu gagal. Kau memenuhi bayangan itu. 

Dan setiap rembulan bersinar terang, hanya membuatku sangat kesal, karena bukan dia yang kulihat. Tapi kamu, lagi-lagi kamu. 

Aku marah pada diriku, kenapa begitu lama berputar-putar di sekelilingmu padahal bukan aku yang menjadi pemberhentianmu. 

Apakah pernah kamu marah padaku karena aku yang selalu begitu?

Sadar.. 

Teman tak kan saling meninggalkan. 

Aku ingat, kita telah sepakat bahwa teman akan selalu ada. Tapi apakah kita bisa hanya menjadi teman saja?

Aku tau, teman harus bertindak benar, aku tau, teman harus saling menolong.

Tapi ku merasa dengan pertolonganmu sama saja aku menjerumuskan diriku, walaupun aku benar-benar menginginkannya. 

Kenapa semua ini menjadi begitu rumit?

Nurani dan logikaku bertengkar di dalam diriku.

Aku paham, mungkin karena bukan Allah yang menjadi tempatku bersandar. 

Bukan Allah yang menjadi ujung dari harapanku sekarang. 

Dan karenamu, aku ingat siapa yang harus aku mintai pertolongan. Aku berterima kasih padamu, karena membuatku mengingatNya kembali.

Semoga hari-harimu menyenangkan.

Doa dari setiap orang yang telah kita tolong akan menjadi obat mujarab saat kita berpikir bahwa kita adalah orang yang paling buruk saat ini.