Masih memimpikanmu, di dalam ruangan putih, kita duduk beralaskan kain bercorak bunga. Dari sela keramik muncul banyak hewan menggeliat merah kecil seperti benang. Seakan menyimbolkan kenangan manis yang telah membusuk dan tiba saatnya untuk terurai oleh waktu.
Aku tau, perjalanan untuk pergi darimu tidaklah mudah. Lahan yang kamu sewa tanpa imbalan di otakku ini, masih terikat kontrak, mungkin baru beberapa bulan lagi masanya habis. Tidak masalah bagiku.
Akan kunikmati, setiap langkah menjauh darimu. Akan kunikmati setiap potongan rekaman menyakitkan itu terulang-ulang di kepalaku. Suatu kenangan yang tak bermakna bagimu.
Aku melihatmu. Mungkin kamu telah melakukan banyak hal, tapi aku tau bahwa kamu hanya ingin diakui oleh dunia luar. Kamu tidak benar-benar bisa menemukan jati dirimu. Kamu kehilangan esensi murni dari dalam hatimu, yang kita semua punya, dan kita sebut 'empati', kamu tidak memilikinya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar