Apa kau terluka sepertiku?
Apa kau tersayat sedalam ini?
Atau hanya aku yang merasakannya
Atau kita berdua sama-sama dirantai dalam jarak?
Masih belum bisa kupahamkan diriku tentang mana cinta yang sesungguhnya
Berbagai definisi memenuhi kepalaku
Seakan aku tak henti mencari apa arti dan makna kita berdua
Aku telah menari di kepalamu bukan?
Lalu kamu berpura tak mengingatnya
Lalu kamu pergi meninggalkan tali yang menjerat leherku seakan tak ingin melepaskanku
Aku tau kebodohan ini adalah naluriah
Aku tau kecerdasanmu mampu memberi batasan
Dan kamu tertawa melihatku terpuruk dan patah sedalam-dalamnya
Aku yakin kamu tak dapat merasakkannya
Dualisme empati dalam diri membagi kepalaku menjadi dua dunia
Dunia yang nyata membuatku terpaksa melakukan tanggungjawab
Dunia fana membuatku terlena akan ilusi kenikmatan sesaat
Apa kamu pernah berpikir bagaimana keadaanku sekarang, setelah kamu datang dan menghancurkan lagi memori indah yang telah ku ciptakan
Apa kau merasa tidak begitu kejam
Menghianati dirimu berkali-kali lebih hebat dari apapun
Semua tentang kita yang palsu dan hanya manipulasi dari rencana emasmu
Aku tetap menangisi betapa tak taunya aku bahwa telah dikontrol olehmu
Tanpa belas kasihan
Kamu menjadi pengawas paling detil
Tertawa saat seseorang terluka dan tidak mendapat kebahagiaan itu
Kamu terlalu kejam untuk dikatakan baik dan ramah
Kamu pelaku yang tiba-tiba menghilang dari tempat kejadian
Kamu pencuri yang tak pernah mengaku
Kamu pengkhianat pendusta pendosa
Mengikat orang lain supaya berkhianat, supaya ikut berdusta dan berdosa
Kamu jauh dari jati dirimu yang kosong
Kamu lebih kesepian dari siapapun
Kamu adalah tawa hampa tanpa makna
Ada jiwanya tapi tak miliki hati
Ada tubuhnya tapi indranya mati
Kamu memberikan luka yang teramat dalam
Tidak ada komentar:
Posting Komentar