Tanyakan pada malam, siapa saat ini yang kupikirkan. Tanya pada kipas yang sedang berputar menatap wajahku yang penuh tanda tanya. Untuk apa aku mengingatmu. Bahkan aku yakin dunia ini sangat damai tanpa kita.
Sesaat kemudian aku menyadari, tak ada tempat bahkan celah untuk berharap. Menjadi dicintai seperti apa yang kucintai. Mereka terbang seperti angin kecil yang tak bersuara.
Mungkin hanya aku yang terjebak dalam ilusi ini. Bahkan bila semua kesedihan itu akan terjadi teringat. Kadang juga teringat momen yang menggemaskan. Kepalaku yang terbentur bola voli saat melihatmu dari kejauhan. Bodohlah aku ini. Aku yang jatuh dari besi duduk taman itu. Ah, malunya.
Ya aku tau, memori ini bukan hanya tentang tangisan, tapi ada beberapa tawa membingkai di sana.
Bahkan tak ada yang disesali. Tak ada yang mempermasalahkan perasaan residu tak terkendalikan. Hanya mampu melihatnya seperti awan yang terbawa angin, bahkan seperti bumi yang berputar, semua memang harus bergerak, berproses, dan suatu saat nanti menghilang dan hancur.
Aku telah sampai pada kelas medium dalam menangani emosiku. Prosesnya yang berliku dan tidak mudah. Dan lagi-lagi di akhir aku harus menyatakan kekalahanku padamu. Dan memberikan diriku untuknya. Dia yang selalu mendukung, menyemangati, dan hadir di saat-saat terbaikku. Dia yang telah mengusahakan makananku dan kebutuhanku. Kupilih dia, karena dia yang terpenting sekarang.
Aku tidak membandingkan, hanya saja terlalu jauh perbedaannya. Kamu tidak pernah menanyakan tentangku, tak pernah ada di saat terbaikku, dan selalu mengabaikan keberadaanku. Akhirnya aku menyadari siapa yang lebih penting ada di hidupku. Dan berterima kasih padamu yang tak membuka hati untukku, sehingga aku membuka hati untuknya dan menyadari usahanya.
Karena siapa yang tidak bahagia telah diusahakan sebegitunya. Aku tidak menyesal. Aku harus bersyukur berada di sisi yang menghargai dan berharga.
Hidup sekali ini mari kita bahagiakan. Residual yang pasti ada tak akan mungkin hilang, tapi jalan hidup, dan hidup seperti apa yang diinginkan adalah jawaban kompleks pertanggungjawabanku dengannya sekarang. Maaf karena terlalu mempermasalahkan residual memori ini. Semoga aku mampu menempatkannya di bagian yang tak mudah terjamah. Akan aku perbanyak tempat untuk masa kini dan masa depanku. Maafkan aku yang begitu lama menyadari hal ini. Semoga dia tak pernah berubah. Mencintai dengan tulus dan menyayangi sepenuh hati tanpa pamrih.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar