Kamis, 16 Mei 2024

Nyata itu tidak nyata

Entah sampai kapan. Setiap malam seperti dunia berubah. Gelombang yang membawa alam bawah sadar menari dengan melodi. Andai kita tak pernah berpikir untuk pergi mungkin tak kan menjadi berbeda. Sejauh mana kita bisa melarikan diri. Tak akan ada jalan untuk menghilangkan semua yang telah terjadi.

Aku selalu berharap dualisme rasa ini bisa musnah, sayangnya itu hanya akan datang di saat mentari menghangatkan, berbeda ketika malam mulai datang. Tak kan ada yang mampu memintaku untuk pergi, sehingga tetap di sini dengan kekosonganku yang sepi.

Sedari kapan aku menyadari bahwa semua ini hanyalah mimpi, dan tak ingin membuat apapun untuk merelakannya meninggalkan tempatnya. Walau keindahannya tak mampu dinyatakan, namun membayangkannya saja telah menyesatkan seluruh hati dan pikiran.

Andai terdengar pun tak akan mengubah apapun. Andai seseorang ingin mewujudkan sesuatu dalam hidupnya yang sempurnah pun, ia akan tetap terhalang oleh kesempurnaannya sendiri. Sebisa apa tangan ini meraihnya, tetap saja tak ada pintu terbuka untuk melepaskan diri. Hembusan nafas pun tak dapat terasa lagi. Hanya saja perasaan selalu ada bersama di tengah kesendirian yang pekat.

Sejadi-jadinya, semua tak akan menjadi seperti nyata. Hanya dapat merasakan kesemuan yang samar. Sejatinya pun hanyalah hampa yang dibalut senyuman. Bahkan bungkus yang indah tak dapat memastikan bahwa isinya sama indahnya.

Sebaiknya menutup mata dan melupakannya adalah cara terbaik, namun diri ini diciptakan oleh yang indah, dan akan selalu menginginkan keindahan. Namun manusia tak pernah puas, padahal di depan mata ada beribu keindahan, ia tetap menginginkan keindahan yang lain. 

Mengingatkan diri bahwa kita harus bisa membahagiakan diri dengan apapun yang ada ..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar