Kamis, 24 Desember 2015

Kita

dua
dua hati, dua wajah
ya, kalian hadir
di waktu yang sama
kita semua memiliki pilihan
selalu terbimbangi karena ini
seraya aku tak pernah mengingat bahwa kita selalu membuat cerita
bertahun-tahun atau berhari-hari

wajah yang selalu berseri seraya mata ini menatapnya
cerita kan terus bergulir
entah siapa yang kan berdiri di depanku pada akhirnya
menunggu adalah kebahagiaan tersendiri
apa yang dapat menggantikan ketenangan sendiri ini
keadaan tak kunjung berubah
karena tak kan ada yang memilih
tak ada yang akan mengerti
tak akan ada yang menarik tangan satu sama lain
hanya berbagi senyum dan sapaan
kita terbelenggu dalam banyak pilihan dan aturan
tak ingin saling menyakiti
kita hanya terdiam, tanpa mengharap apapun
hanya berdoa esok kan mengubah segalanya
hingga hati ini lebih tenang dari sebelumnya
lebih damai
lebih bersyukur dengan keikhlasan
walau kadang tak sejati
namun biarlah ia terus hidup di dalam hati
walau tak selamnya suci
tak selamanya kaffah
penghambaan ini mencoba hanya untuk Ilahi
karena segala rasa cinta, senang, sakit, sedih, dan kecewa ini adalah dariNya
Rabbi, tenangkanlah, yakinkanlah, seseorang yang sudah ada di balik takdir itu
tenangkanlah pula hatinya untuk kami
aaamiin :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar