Selasa, 22 Desember 2015

Namaku

Apa yang disadari sebelumnya?
Apa yang mendasarinya?
Waktu memberi banyak hal untuk cerita ini
Seperti apapun pengorbanan
Semua hilang hanya karena hal kecil yang tak berarti
Diam tak kan menyelesaikan semua
Sesaat cerita baru tertulis lagi

 Jelas berbeda dengan sebelumnya
Karena ia tak suka diam
Ia tak rela bertanya-tanya
dan segan untuk mengungkapkan apapun
Ia sangat berbeda
Ia memberi garis, bentuk, dan warna baru
Entah apa ia lakukan juga kepada yang lainnya
Rasa yang datang tulus takkan berdusta
Kata dari hati tak kan menyakitkan
Entah, aku hanya tak merasa bosan mendengarkanmu
Entah, walau tak bermakna, aku ingin selalu mendengarnya
Entah, walau tak berarti untuk apapun, aku ingin kau menceritakannya
Membagi bersamaku
Entah tawa, sedih, sesal, kecewa
Senangpun adalah sebagai hadiah dari pengabdian sekaligus penghormatan
Kau telah berpaling karenanya
Namun hari takkan membiarkannya
Ia datang lagi dengan berbagai kesannya
Ia tak menggores banyak, lama pun tidak
Ia tak mengerti banyak, namun entah
Ia telah mengisi tempatmu dengan lebih berarti
Seperti kita telah berbagi sangat lama
Seperti aku telah mengenal sosok itu begitu lama
Sesaat, ketika ku katakan semua, engkau hanya mengiyakannya
Kau tak menyuruhku untuk menarik kataku
Kau hanya menjadikannya kenyataan
Kenapa? kenapa tak kau elak saja?
Kenapa kau terima saja?
Keputusanku tak membuat kita pada satu jalan
Kau begitu saja mengiyakannya?
Kenapa? kenapa kau memaafkanku?
Tak bisakah kau katakan jangan?
tak bisakah kau akui hal yang tak mampu kau lakukan?
aku hanya menunggumu tuk mengatakannya
Aku hanya menuggu kau memanggilku tuk kembali ke arahmu
Kembali ke jalan itu
Kembali dengan senyuman itu
Kembali, kembali, dan biarkan cerita itu dikisahkan hingga usai
hingga kau dan aku mengerti semua akan berubah ketika kita juga mau mengubahnya
semoga kau tahu, untuk apa sebenarnya kau mengenal namaku ~

#Ipang-Tentang Cinta

Tidak ada komentar:

Posting Komentar