Membuatku jengah
Sudah puas aku menebasmu dalam pikiranku
Puas melihat darahmu dalam fantasiku
Terlalu lama berlari-lari
Tak kunjung temukan makna diri yang kucari
Kini aku kembali saja pada jati diriku
Daripada semakin tak mampu memegang kendali
Lebih baik menjadi apa adanya
Menjadi seperti layaknya orang pada umumnya
Bukan orang istimewa
Bukan pula orang terpandang
Menjadi biasa saja tapi hidup tenang
Inilah yang akhirnya membuatku berbalik arah
Yang kuinginkan dari dulu hanyalah hidup damai
Tanpa caci, tanpa sanjung puji, tanpa padangan mengkritisi
Hanya hidup untuk keluarga dan melihat mereka hidup bahagia
Hidup yang benar-benar bermakna
Tak apa kehilangan dunia
Tak apa kehilangan tahta
Tak apa karena sejatinya tidak pernah memilikinya juga
Ah.. Biar dikata orang pemalas
Biar dikata pengangguran
Biar dikata sarjana tak dapat kerja
Aku sudah berdamai dengan atribut itu
Aku hanya ingin anakku bahagia
Keluargaku tenang karena aku selalu ada untuk mereka
Terima kasih kamu sudah mengantarkanku lebih dekat dengan keluargaku, hal yang benar-benar paling aku lindungi dan aku cintai
Tidak ada komentar:
Posting Komentar