Selasa, 25 Juli 2017

Bagaimana yang sesungguhnya?

Sebanyak apapun diri ingin membuang semua kenang tentangmu, maka sebanyak itu pula kemungkinan aku tak mampu melakukannya..
terhempas dan terlepas dari segala aspek kehidupanmu aku tlah lenyap..
Kau tak bersalah atas apapun yang terjadi padaku, pada hatiku..
Jeritan sekeras apapun di telingamu hanyalah bagaikan bisik yang terabai oleh perhatianmu..
Kerling menujumu hanyalah hembus yang hanya melewatimu dan membuatmu merasa sejuk dalam sesaat..
Aku juga yakin bahwa sedikitpun bagian dirimu tak menginginkanku..
Entahlah, apa engkau yang terlalu berarti sehingga secuil saja sisa itu ada, masih sangat memicu kegilaanku padamu..
Hai mata yang tak lagi menatapku..
Katakan, katakan bahwa aku tak pernah berarti di hidupmu..
Katakan saja, kau tak pernah menganggapky benar-benar ada..
Ungkapkan saja bahwa aku sama saja dengan mereka yang hanya lewat dan mampir di hidupmu..
Katakan, katakan saja..
Agar aku mudah pergi dari sini..
Dari tempat yang sesak ini..
Dari keindahan yang berfatamorgana ini..
Yang tak mungkin bisa sampai kuraih hingga ke dalamnya..
Katakan saja, hingga aku mampu mengerti, aku bukanlah arti yang selama ini kau cari..
Aku bukanlah cahaya yang menuntunmu tuk pergi..
Aku bukanlah sesuatu yang pasti kau beri makna sejati..
Katakanlah, tolong, kau punya segalanya..
Bukan hal sulit bukan hanya tuk mengatakannya saja..
Kuharap kau memahami, mengerti, dan tak mengingatnya..
Dimana waktu yang berlalu itu, dimana kau bertanya padaku kapan seharusnya kau berganti gaya..
Bila memang kita saling memiliki, seperti katamu, kita pasti kan kembali..
Namun maukah kau berjanji, untuk mengakhiri setiap dustamu selama ini?

Arsyazieq

Tidak ada komentar:

Posting Komentar